Kesehatan

Sunscreen, si pelindung dermis dari bahaya sinar matahari

9
×

Sunscreen, si pelindung dermis dari bahaya sinar matahari

Sebarkan artikel ini
Sunscreen, si pelindung dermis dari bahaya sinar matahari

Ibukota Indonesia – Sunscreen menjadi hasil paling efektif untuk melindungi dermis dari paparan sinar matahari, apalagi di dalam Indonesi yang beriklim tropis.

Iklim tropis menciptakan pendatang Negara Indonesia banyak terpapar sinar matahari dengan intensitas lebih tinggi sehingga penggunaannya bermetamorfosis menjadi lebih tinggi penting.

Apa sebenarnya sunscreen kemudian mengapa begitu penting untuk kesehatan dermis kita? Mari kita pelajari lebih banyak di mengenai item perawatan dermis yang digunakan satu ini.

Apa itu sunscreen?

Sunscreen, atau tabir surya, merupakan suatu hasil perawatan epidermis yang dimaksud diciptakan khusus untuk melindungi dermis dari paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari. Tabir surya bekerja dengan cara mengakomodasi atau memantulkan sinar UV sehingga menjaga dari sinar UV menembus lapisan kulit kemudian menyebabkan kecacatan pada lapisan kulit kita.

Ada dua jenis sinar UV yang mana penting kita waspadai: UVA dan juga UVB. Sinar UVA dapat menyebabkan penuaan dini kemudian keriput, sedangkan sinar UVB dapat menyebabkan lapisan kulit terbakar. 

Kedua jenis sinar itu dapat meningkatkan risiko neoplasma dermis apabila dermis terpapar berlebihan tanpa pemeliharaan apapun.

Jenis-jenis sunscreen

Sunscreen dapat dibagi bermetamorfosis menjadi dua kategori utama berdasarkan material bergerak yang mana digunakannya yaitu sunscreen fisik dan juga kimia.

Sunscreen fisik: Perawatan epidermis itu mengandung bahan-bahan mineral seperti zinc oxide dan titanium dioxide. Bahan-bahan itu bekerja dengan cara memantulkan sinar UV dari kulit, mencegahnya menembus lapisan kulit. 

Sunscreen fisik seringkali direkomendasikan untuk epidermis sensitif sebab cenderung bukan menyebabkan iritasi.

Sunscreen kimia: Skincare jenis itu mengandung bahan-bahan seperti avobenzone, oxybenzone, serta octinoxate. Bahan-bahan itu bekerja dengan cara mengakomodasi sinar UV lalu mengubahnya berubah menjadi panas, yang mana kemudian dilepaskan dari kulit. 

Tabir surya jenis itu biasanya tambahan mudah-mudahan untuk diaplikasikan dan juga bukan meninggalkan residu putih pada kulit.

Cara Menggunakan

Untuk mendapatkan proteksi maksimal, penting untuk mengaplikasikan sunscreen dengan benar. 

1. Gunakan secara rutin

Oleskan sunscreen setiap hari, bahkan ketika cuaca mendung bahkan saat Anda berada di dalam di ruangan. Sinar UV dapat menembus kaca dan juga awan.

2. Aplikasikan secukupnya

Gunakan produk-produk dengan jumlah agregat yang mana cukup untuk menutupi seluruh area epidermis yang tersebut terpapar sinar matahari. Biasanya, dibutuhkan sekitar satu sendok teh untuk wajah.

3. Oleskan ulang

Tabir surya harus dioleskan ulang setiap dua jam, teristimewa apabila Anda sedang melakukan kegiatan yang digunakan menyebabkan berkeringat atau berhubungan dengan air.

4. Tahan air

Jika anda berencana untuk berenang atau melakukan aktivitas yang tersebut menciptakan berkeringat, pilih hasil yang dimaksud tahan air untuk pengamanan yang tersebut tambahan baik.

Dengan menggunakan sunscreen secara rutin lalu benar, kita dapat merawat dermis terus fit kemudian terlindungi dari risiko kerusakan akibat sinar UV.

Artikel ini disadur dari Sunscreen, si pelindung kulit dari bahaya sinar matahari