Humaniora

Soal Pemecatan Dosen FK Unair, Mahfud MD: Pemberhentian Harus Sesuai Prosedur

4
×

Soal Pemecatan Dosen FK Unair, Mahfud MD: Pemberhentian Harus Sesuai Prosedur

Sebarkan artikel ini
Soal Pemecatan Dosen FK Unair, Mahfud MD: Pemberhentian Harus Sesuai Prosedur

JAKARTA – Mahfud MD mengaku terkejut terkait kabar pemecatan Dekan Fakultas Kesehatan (FK) Universitas Airlangga (Unair) Budi Santoso oleh Rektor Unair Nasih. Sebab dari kabar yang beredar pemecatan ini terkait dengan penolakan Budi terhadap rencana pemerintah mendatangkan dokter asing.

Mahfud mengaku, mengenal dekat dengan Budi kemudian Prof Nasih. Beberapa kali Mahfud juga untuk memberi ceramah baik pada Unair maupun di dalam Fakultas Kedokteran, tentang demokrasi dan juga hukum atau tentang etika profesi kemudian etika keilmuan.

“Sangat mengejutkan saat ada berita pemberhentian berhadapan dengan Dekan FK yang disebutkan oleh Rektor setelahnya ada berita Dekan FK menolak masuknya dokter-dokter asing ke Indonesia,” tulis Mahfud di akun media sosial X pribadinya, Hari Sabtu (6/7/2024).

Menurut Mahfud, kalau kejadian ini pihak Kementerian Bidang Kesehatan (Kemenkes) menyatakan tak pernah mengajukan permohonan penggantian dekan sebab tiada ada hubungan strukturalnya. Pemberhentian yang dimaksud juga sudah pernah disesali oleh lembaga Kementerian Pendidikan.

Mantan Menteri Koordinator Area Politik, Hukum, juga Keselamatan (Menko Polhukam) ini menegaskan permasalahan yang disebutkan wajib diselesaikan para pimpinan Unair. Menurutnya pemberhentian dari jabatan struktural harus memiliki dasar alasan yang digunakan jelas kemudian dijalankan secara prosedur.

“Apa alasannya dan juga bagaimana prosedur pengambilan keputusannya. Alasan dan juga prosedur harus dijelaskan secara terbuka, meskipun masih akan mengakibatkan pro kemudian kontra, apalagi dalam perguruan tinggi,” katanya.

Menurut Mahfud, jangan sampai Unair menyelesaikan permasalah ini seperti pribahasa lempar batu sembunyi tangan. Oleh sebab Unair wajib mengklarifikasi alasan pemecatan tersebut. “Jangan sampai ada penduduk melempar batu ke Unair tapi menyembunyikan tangannya. Perguruan tinggi adalah salah satu benteng peradaban di menyimpan integritas kecendekiawanan, dengan segala hormat,” ucapnya.

Sebelumnya, Budi Santoso sudah pernah membenarkan pemecatannya melalui arahan yang digunakan beredar luas. Budi mengaku menerima tindakan yang dimaksud dengan lapang dada.

Artikel ini disadur dari Soal Pemecatan Dosen FK Unair, Mahfud MD: Pemberhentian Harus Sesuai Prosedur