Internasional

Masoud Pezeshkian Memenangkan pemilihan raya Presiden Iran

7
×

Masoud Pezeshkian Memenangkan pemilihan raya Presiden Iran

Sebarkan artikel ini
Masoud Pezeshkian Memenangkan pemilihan raya Presiden Iran

TEHERAN – Politikus moderat Masoud Pezeshkian, berjanji membuka Iran terhadap bola juga memberikan kebebasan yang dirindukan rakyatnya. Komitmen itu diucapkan pasca mengungguli pemilihan presiden putaran kedua pada negara itu.

“Dengan memperoleh mayoritas pernyataan pada hari Jumat, Pezeshkian sudah berubah menjadi presiden Iran berikutnya,” demikian pengumuman Kementerian Dalam Negeri Iran, dilansir Reuters.

Partisipasinya sekitar 50% di persaingan ketat antara Pezeshkian, satu-satunya kandidat moderat di empat kandidat, dan juga mantan perunding nuklir garis keras Saeed Jalili, individu pendukung setia untuk memperdalam hubungan dengan Rusia lalu China.

Pemilihan umum pada hari Hari Jumat ini menyusul pemungutan pengumuman pada tanggal 28 Juni dengan total pemilih yang digunakan secara historis rendah, ketika tambahan dari 60% pemilih Iran abstain dari pemilihan sela untuk perwakilan Ebrahim Raisi, pasca kematiannya pada kecelakaan helikopter.

Video pada media sosial menunjukkan pendukung Pezeshkian menari pada jalan-jalan pada berbagai kota besar kemudian kecil pada seluruh negeri juga pengendara membunyikan klakson mobil untuk merayakan kemenangannya.

Warga di dalam kota barat laut Urmia, kampung halaman Pezeshkian, membagikan permen dalam jalanan, kata para saksi mata.

Meskipun pemilihan umum ini diperkirakan tak akan berdampak besar terhadap kebijakan Republik Islam, presiden akan terlibat erat pada pemilihan penerus Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang mana berusia 85 tahun, yang digunakan bertanggung jawab melawan semua urusan utama negara.

Jumlah pemilih yang berpartisipasi sudah pernah menurunkan selama empat tahun terakhir, yang menurut para kritikus menggarisbawahi bahwa dukungan terhadap pemerintahan ulama sudah terkikis pada pada waktu meningkatnya ketidakpuasan masyarakat melawan kesulitan sektor ekonomi serta pembatasan kebebasan kebijakan pemerintah serta sosial.

Hanya 48% pemilih yang mana berpartisipasi pada pilpres 2021 yang tersebut menghadirkan Raisi berkuasa, juga jumlah keseluruhan pemilih mencapai 41% di pemilihan umum parlemen pada bulan Maret.

Pemilu yang dimaksud bertepatan dengan meningkatnya ketegangan ke Timur Tengah akibat konflik antara tanah Israel lalu sekutu Iran organisasi Hamas pada Kawasan Gaza juga Hizbullah ke Lebanon, juga meningkatnya tekanan Barat terhadap Iran menghadapi inisiatif pengayaan uraniumnya yang mana berprogres pesat.

Artikel ini disadur dari Masoud Pezeshkian Menang Pemilu Presiden Iran