Internasional

Mahkamah Agung Keluarkan Imunitas untuk Donald Trump, Joe Biden Marah Besar

9
×

Mahkamah Agung Keluarkan Imunitas untuk Donald Trump, Joe Biden Marah Besar

Sebarkan artikel ini
Mahkamah Agung Keluarkan Imunitas untuk Donald Trump, Joe Biden Marah Besar

WASHINGTON – Presiden Joe Biden menyalahkan langkah Mahkamah Agung mengenai kekebalan presiden, yang mana memutuskan bahwa presiden miliki kekebalan mutlak dari tuntutan hukum. Biden juga mengeluarkan peringatan serius keras mengenai kemungkinan masa jabatan kedua mantan Presiden Donald Trump.

“Tidak ada raja di dalam Amerika. Masing-masing dari kita identik di hadapan hukum. Tidak orang pun, tidak ada seseorang pun yang tersebut kebal hukum, bahkan presiden Amerika Serikat pun tidak,” kata Biden di pidatonya ke Gedung Putih, dilansir AP.

“(Dengan) langkah Mahkamah Agung mengenai kekebalan presiden, hal itu berubah secara mendasar. Secara praktis, tak ada batasan mengenai apa yang dimaksud dapat dilaksanakan presiden. Ini adalah adalah prinsip yang mana pada dasarnya baru kemudian merupakan preseden yang berbahaya lantaran kekuasaan kantor tidak ada lagi dibatasi oleh hukum, bahkan termasuk Mahkamah Agung Amerika Serikat.”

Mahkamah Agung, pada langkah 6-3 berdasarkan ideologi, memutuskan bahwa Trump dapat mengklaim kekebalan dari tuntutan pidana berhadapan dengan beberapa tindakan yang digunakan diambilnya sebagai presiden sebelum meninggalkan jabatannya, kemungkinan menunda persidangan subversi pilpres federal terkait tindakannya pada 6 Januari.

Keputusan yang disebutkan menolak langkah pengadilan banding federal pada bulan Februari yang mana menyatakan bahwa mantan presiden yang disebutkan bukan miliki kekebalan melawan dugaan kejahatan yang dimaksud ia lakukan selama masa kepresidenannya untuk membalikkan hasil pilpres tahun 2020.

Biden berulang kali menyampaikan peringatan bahwa batasan kekuasaan presiden sekarang ini sepenuhnya berada ke tangan pemegang jabatan juga pilihan yang digunakan diambilnya. Dia memaparkan Trump akan menjadi bahaya pada peran tersebut.

Pidato kebijakan pemerintah yang dimaksud muncul pada pada waktu yang digunakan kritis bagi kampanye Biden sewaktu ia mencoba untuk menghilangkan perasaan khawatir yang terus-menerus mengenai usianya yang digunakan diperburuk oleh penampilannya pada debat presiden minggu lalu. Kinerjanya yang tidak ada stabil memunculkan kecemasan ke antara beberapa donor utama kemudian memunculkan pertanyaan tidaklah nyenyak bagi Partai Demokrat tentang apakah ia harus permanen bermetamorfosis menjadi kandidat mereka, apalagi menjalani empat tahun lagi di Gedung Putih.

Selama pidatonya pada hari Senin, Biden tampak waspada, membaca dengan penuh semangat dari teleprompter dalam Cross Hall Gedung Putih. Namun ia tak menjawab pertanyaan, dengan segera mundur setelahnya pernyataan tertulisnya yang berdurasi lima menit.

Biden merujuk pada pemberontakan di dalam Gedung Capitol Amerika Serikat pada 6 Januari 2021 lalu menyebutnya sebagai “salah satu hari paling gelap pada sejarah Amerika.” Dia mengutarakan kebijakan pengadilan menimbulkan Trump kecil kemungkinannya untuk diadili berhadapan dengan tuduhan pidana terkait kerusuhan sebelum pemilu.

Artikel ini disadur dari Mahkamah Agung Keluarkan Imunitas untuk Donald Trump, Joe Biden Marah Besar