Humaniora

Lindungi Angka OAI, Menteri KKP Trenggono Perkuat Ketenteraman Siber

9
×

Lindungi Angka OAI, Menteri KKP Trenggono Perkuat Ketenteraman Siber

Sebarkan artikel ini
Lindungi Angka OAI, Menteri KKP Trenggono Perkuat Ketenteraman Siber

JAKARTA – Menteri Kelautan lalu Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjamin penguatan keamanan siber untuk melindungi Ocean Accounting Indonesia (OAI) yang baru sekadar diresmikan pada acara The 5th Global Dialogue on Sustainable Ocean Development ke Sanur, Bali.

“Insyaallah kita akan protect terus lewat firewall yang dimaksud baik, kita juga punya backup data selain nanti kita taruh juga dalam Pusat Informasi Nasional,” ujar Menteri Trenggono, hari terakhir pekan (5/7/2024).

Ocean Accounting Nusantara merupakan sistem berbasis web yang mana dapat menampilkan nilai dunia usaha sumber daya laut, beserta nilai ekologi dan juga sosialnya. Sistem ini juga dapat menganalis dampak lingkungan dari bermacam kegiatan pada laut, seperti kegiatan perikanan, pembangunan infrastruktur, hingga wisata bahari.

Di dalamnya mencakup tujuh komponen data yakni aset ekosistem, arus ke ekonomi, arus ke lingkungan, ekonomi kelautan, tata kelola, presentasi kombinasi dan juga kekayaan laut. Sistem mengolah data yang dimaksud secara dinamis sehingga menghasilkan kembali informasi-informasi terbaru sesuai keadaan lapangan.

“Selama ini kita tidaklah tahu persis terbentuk inovasi apa dalam lautan kita. Dengan teknologi membantu mempermudah mengetahui apa yang digunakan muncul juga kondisinya seperti apa. Misalnya apa sudah ada berlangsung overfishing, apakah pesisir dalam kawasan ini mulai rusak, apakah wilayah kegiatan konservasi di tempat ini berjalan efektif, kemudian sebagainya,” ungkap Trenggono.

Ocean Accounting Indonesia diakuinya masih akan terus dikembangkan dari sisi fasilitas maupun informasi yang tersebut dihasilkan. Pengadaan satelit serta drone laut diantaranya untuk membantu kinerja Ocean Accounting Tanah Air ini.

Trenggono menambahkan, sejauh ini sudah ada ada 10 10 kawasan laut yang digunakan terhubung pada Ocean Accounting Indonesia. Meliputi konservasi Gili Matra, Banda, Padaido, Raja Ampat, Waigeo Barat, Anambas, Pieh, Aru, Sawu, juga Pulau Kapoposang. “Ini masih terus kami lengkapi, kemudian data-data yang tersebut telah ada itu berasal dari hasil riset serta survei jadi sudah ada bisa saja dipertanggung jawabkan,” ucapnya.

Artikel ini disadur dari Lindungi Data OAI, Menteri KKP Trenggono Perkuat Keamanan Siber