Kesehatan

Ini adalah rekomendasi dokter mata agar terhindar dari ablasio retina

7
×

Ini adalah rekomendasi dokter mata agar terhindar dari ablasio retina

Sebarkan artikel ini
Ini adalah adalah rekomendasi dokter mata agar terhindar dari ablasio retina

Ibukota Indonesia – Dokter spesialis mata ahli konsultasi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Dr. dr. Gitalisa Andayani, Sp.M (K) memberikan beberapa rekomendasi untuk penduduk untuk mempertahankan kesejahteraan matanya agar terhindar dari kondisi ablasio retina.

“Jika kita perbuatan dengan cepat ablasio retina, hasilnya akan baik, jadi penglihatan kita akan kembali sebaik mungkin. Tentunya kalau penanganan yang dimaksud kita lakukan tepat ya,” kata Dr. dr. Gitalisa Andayani, Sp.M (K) pada diskusi daring dalam Jakarta, Selasa.

Gita menjelaskan ablasio retina adalah situasi berbahaya pada mana retina yang mana berada pada bagian belakang mata terlepas dari posisinya. Hal ini menyebabkan penderita kesulitan untuk mengawasi suatu objek secara jelas.

 

Dalam tindakan hukum yang kerap ditemukan di dalam RSCM, kebanyakan pasien datang di status ablasionya sudah meluas juga terlambat mendapatkan penanganan. Padahal status yang dimaksud dapat memberikan dampak panjang merupakan penglihatan terganggu, retina tidaklah fleksibel, berubah jadi kaku serta sulit untuk ditempelkan kembali walaupun telah dilakukan melakukan operasi.

“Oleh dikarenakan itu, sebaiknya kita cepat menangani kasus-kasus ini kalau pasien yang telah lama itu baru dioperasi atau lama tidaklah dioperasi dikarenakan bervariasi sebab, tidaklah sanggup mendapat pertolongan cepat, itu dapat menyebabkan pasien berakhir dengan kebutaan permanen,” katanya.

Dalam meminimalisasi potensi terkena ablasio retina, Gita mengemukakan hal yang dimaksud sudah ada dapat dilaksanakan sejak usia yang masih muda. Langkah pertama yakni melakukan pemeriksaan mata secara berkala teristimewa ketika anak belum masuk sekolah.

Jenis pemeriksaan yang mana dapat dilaksanakan merupakan mencari adanya kelainan pada mata seperti mata juling atau miliki minus yang tersebut tinggi. Selanjutnya pada usia remaja juga dewasa pertengahan, pemeriksaan dapat dilaksanakan satu atau dua tahun sekali agar mengetahui status keseimbangan mata secara lebih banyak lanjut.

“Tapi kita penting periksa lebih besar teratur lagi pada saat berusia 40 tahun ke atas. Saat itu, kita mungkin saja telah harus kacamata baca, kemudian ada penyakit seperti katarak. Demikian kalau kita punya faktor risiko seperti diabetes, maka kita diperlukan memeriksanya lebih besar teratur dalam setahun sekali,” ujarnya.

Kalaupun sudah ada telanjur terkena ablasio retina, pasien harus segara dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan yang disesuaikan dengan situasi pasien.

Jika tindakan hukum yang dimaksud ditangani baru sekadar berjalan serta retina yang tersebut robek belum terlepas, dokter biasanya segera memberikan tindakan dalam bentuk laser retina.

Laser diarahkan mengelilingi area robekan guna menghindari ablasio retina. Namun, apabila retina telah robek kemudian telanjur lepas, dokter akan menyarankan operasi yang terbagi berubah jadi tiga metode yakni melalui dimasukkannya gas retina, menggunakan silikon atau memasukkan alat ke di mata untuk menempelkan retina secara secara langsung lewat pendekatan dari dalam.

Gita mengungkapkan langkah-langkah penyembuhan penglihatan pasca operasi membutuhkan waktu rata-rata sekitar tiga bulan lamanya. Namun pada satu bulan pertama, pasien telah dapat berkegiatan kembali.

Rekomendasi yang tersebut ia berikan selanjutnya adalah banyak mengonsumsi makanan bergizi yang dimaksud bermanfaat bagi mata, seperti sayur kemudian buah-buahan yang dimaksud kaya akan vitamin serta mineral.

“Kemudian penting juga untuk menyavoid mengamati atau paparan ultraviolet, jangan dengan segera meninjau matahari. Selanjutnya kurangi kebiasaan mengucek mata lantaran dapat melukai kornea kita, kita harus belajar menjauhi kebiasaan-kebiasaan itu demi menyimpan mata kita,” kata Gita.

Artikel ini disadur dari Ini rekomendasi dokter mata agar terhindar dari ablasio retina